Brill hematoma

Tinggalkan komentar

September 8, 2012 oleh dokterbujang

Brill hematoma. Brill hematoma dapat disebabkan adanya fraktur basis kranii yang menyebabkan pecahnya arteri oftalmika yang menyebabkan darah masuk kedalam kedua rongga orbita melalui fisura orbita. Akibatnya darah tidak dapat menjalar lanjut karena dibatasi septum orbita kelopak maka terbentuk gambaran hitam kemerahan pada kelopak seperti seseorang yang memakai kacamata. Karena pada kedua mata terjadi pembengkakan palpebra superior dan inferior mata menjadi berat dan susah untuk dibuka (ptosis).

Konjungtiva palpebra merupakan membrane mukosa yang transparan dan tipis yang membungkus permuksaan posterior kelopak mata. System vascular dari konjungtiva palpebra berasal dari arteri palpebralis yang apabila pada palpebra mengalami trauma pada mata, pembuluh darah dapat pecah kemudian terjadi edema konjungtiva (kemosis konjungtiva). Selain itu arteri palpebralis juga merupakan salah satu cabang arteri oftalmika, yang apabila terjadi fraktur basis kranii dapat pula pecah dan menjadi  edema konjungtiva (kemosis konjungtiva). Bila edema ini besar atau banyak menyebabkan mata tidak bisa tertutup (lagoftalmus) dan konjungtiva dapat terpapar dengan udara luar yang bisa menimbulkan infeksi.

Diagnosa brill hematoma dapat ditegakkan secara klinis. Diagnosa pada pasien ditegakkan berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik. Pada anamnesa didapatkan pasien pasca mengalami trauma tumpul pada mata atau terkena benturan pada kepalanya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kedua kelopak mata bengkak, nyeri, warna merah keunguan seperti kacamata.

Pada brill hematom penanganannya dengan kompres air dingin selama 5 hari untuk menghentikan perdarahan kemuadian dilanjutkan dengan kompres air panas agar darah dapat terabsorbsi. Terapi untuk cedera kepalanya dapat dilakukan tirah baring selama 7-10 hari, pemberian anti edema ceerebri, anti perdarahan dan pengobatan simptomatik. Pada pasien ini terjadi mual, ingin muntah (antiemetic, cimitidin), nyeri kepala (analgesic, paresetamaol atau asam mefenamat), rinore dan otore (anti perdarahan, kortikosteroid). Dilakukan operasi bila ada komplikasi.

KESIMPULAN

Pasien berumur 20 tahun dengan riwayat cedera kepala ringan karena kecelakaan. Datang ke rumah sakit dengan hematoma palpebra, edema konjungtiva, mata terbuka dan sukar menutup dengan visus 2/60. Maka dapat diagnosis dengan brill hematoma (hematoma kacamata) di sertai kemosis konjungtiva dan lagoftalmus pada post trauma tumpul. Penanganannya yaitu dengan kompres air dingin dilanjutkan dengan kompres air panas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

September 2012
J S M S S R K
     
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Kategori

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 11 pengikut lainnya

Klik tertinggi

Blog Stats

  • 108,982 Tampilan
%d blogger menyukai ini: